Text
Berbeda Tapi Adil Memahami Konsep Dasar Keadilan Gender dalam Islam
Pria dan wanita takkan mungkin pernah sama. Itulah pesan Allah Ta'ala sebagai Sang Pencipta manusia melalui kisah kelahiran Maryam 'alaihassalam di dalam Surah Ali Imran, tepatnya pada ayat ke-36. Pria berbeda dengan wanita, demikian pula sebaliknya. Maka dari sudut pandang apapun, ini adalah sebuah fakta yang tidak dapat dipungkiri.
Karena itu, syariat Islam kemudian menjadikan "keberbedaan" dan "ketidaksamaan" ini sebagai dasar untuk menetapkan aturan-aturan ibadah dan muamalat, bahkan untuk seluruh aspek ajarannya.
Tetapi, apakah "keberbedaan" itu kemudian selaras-semakna dengan diskriminasi? Apakah "ketidaksamaan" itu di saat yang sama juga berarti "ketidakadilan"?
Sayang sekali, poin inilah yang seringkali gagal dipahami dengan baik oleh sebagian pihak, terutama mereka yang terpapar isu liberalisme dan feminisme. Berbagai klaim baru bermunculan seputar aturan-aturan syariat Islam, khususnya yang membedakan antara pria dan wanita.
Buku ini, Berbeda tapi Adil berusaha memberikan penjelasan terhadap konsep dasar Islam tentang posisi pria dan wanita dalam Islam; bahwa "keberbedaan" antara mereka justru merupakan wujud penting dalam menegakkan keadilan, karena hakikat keadilan adalah meletakkan sesuatu pada posisi yang selayaknya. Bukan dengan menyamaratakan hal-hal yang "tidak sama rata".
Buku ini dapat dianggap sebagai "pengantar" terhadap buku lain yang berjudul: Berbeda tapi Sederajat. Sangat penting bagi Anda untuk membaca keduanya.
Tidak tersedia versi lain